Lancar Gemilang Furniture
Hallo semua!!!
Di blog saya kali ini, saya akan menulis tentang wawancara saya dengan seorang wirausahawan, yang bernama Bapak Ibrohim. Awal berdiri usaha yang beliau tekuni pada tahun 1997, tahun ini bertepatan pada masa kritis monoter, dimana beliau dulu adalah seorang pegawai di perusahaan swasta dan harus di phk. Krisis monoter menuntutnya harus memutar otak agar tetap bisa menghasilkan uang, bisa dibilang beliau adalah tulang punggung keluarga. Akhirnya beliau memilih untuk memulai usahanya di bidang furniture ini, dengan modal yang tak banyak (10% dari penghasilannya sekarang) beliau memberanikan dirinya, karna menurut beliau “kalau tidak dicoba dan dipaksa tidak akan bisa, tapi harus berani dengan segala resikonya”. Pak Ibrohim memilih usaha ini karna menurutnya sudah ada basic dalam dirinya, itu yang menjadi alasan pak Ibrohim memilih usaha ini dibanding dengan usaha lain.

Dari awal pak Ibrohim memulai usahanya, ia sudah terjun langsung dalam pembuatan furniture itu sendiri sampai saat ini walau beliau sudah memiliki 9 karyawan. Bahan yang diambil pak Ibrohim sangat terjamin kualitasnya, karna beliau langsung memesan bahan kayu jati mentah di Perum Perhutani. Perum Perhutani sendiri miliki negara yang dinaungi oleh Badan Usaha Milik Negara. Jadi sudah pasti kualitas nya terjamin. Design furniture ada yang bersifta berkala, contohnya lemari pintu dua klasik, pak Ibrohim juga membebaskan pembeli untuk memilih atau membuat design yang disukai. Tidak semua pekerjaan dilakukan di toko ini, terkadang ada pembeli yang menginginkan kursi atau lemari yang mereka pesan bercorak halus, untuk memenuhi permintaan pembeli beliau melakukan kerja sama dengan temannya yang ada di Jepara untuk mambantu dalam menyelesaikan pesanan yang memiliki corak yang sulit dan butuh ketelatenan yang maksimal, tidak semua karyawan bisa membuat corak halus terkadang untuk membuat corak yang mudah saja tidak bisa, itu yang membuat pak Ibrohim mengalami rugi karna kalau sudah cacat tidak mungkin diberikan ke kosumen atau pembeli, untuk menutupi kerugian yang besar ia menjual dengan harga modal tanpa untung.



Untuk sistem pemasaran pak Ibrohim lebih memilih konsep konvesional, dimana pembeli atau konsumen datang ke toko, memesan, pembuatan dan pegiriman langsung, biasanya untuk lemari atau kursi yang tidak memiliki corak khusus dapat diselesaikan dalam waktu 2-3 miggu. Kapasitas SDM yang membuat pak Ibrohim tidak memasarkan usaha nya dalam media sosial, “kalau SDM nya hanya segini saya tidak dapat menyanggupi semua pesanan, saya tidak ingin mengecewakan konsumen”. Di toko pak Ibrohim juga bisa memperbaiki lemari atau kursi yang rusak tapi hanya untuk yang berbahan kayu jati.

Contoh lemari yang akan diperbaiki ditoko ini
Dalam mempertahankan usahanya pak Ibrohim dengan mengoreksi setiap bulannya, entah hasil rugi atau laba tidak masalah, “dagang tidak pernah lepas dari rugi atau untung kalau ingin usaha tidak boleh takut, kalau takut kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, jalani saja nikmati setiap prosesnya”. Menurut pak Ibrohim memiliki banyak kenalan juga membantu untuk pemasaran dan mempetahankan usaha, karna kalau sudah satu konsumen puas dengan hasil yang diberikan konsumen itu akan memberi tau pada keluarga atau teman nya yang lain, kalau toko ini baik dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Sekian tulisan blog kali ini. Terima kasih sudah membaca☺
Toko ini beralamat di jalan gas alam, terlihat dari tol cijago

Komentar