Pertolongan Pertama Saat Cedera

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat selain menjaga pola makan dan tidur yang cukup, manusia juga disarankan untuk melakukan olahraga setidaknya sehari 30menit walau hanya melakukan sedikit workout. Manfaat olahraga untuk tubuh sangat banyak selain untuk membuat badan bugar bisa pula membuat manusia terlihat awet muda. Namun dibalik banyaknya manfaat olahraga untuk tubuh manusia, terdapat juga risiko yang harus dialami ketika salah melakukan kegiatan olaharaga. Cedera sudah bukan menjadi hal yang tabu bagi para pecinta olahraga. Cedera bisa dialami siapapun sekalipun atlit nasional terbaik dapat merasakannya.

Penyebab terjadinya cedera tergantung pada jenis cedera yang dialami korban. Tetapi sebagian besar luka cedera terjadi dibagian otot, ligamen atau tendon. Organ tersebut dapat sobek apabila direnggangkan terlalu jauh atau terlalu cepat. Sobekan yang parah memerlukan tindakan operasi, sedangkan sobekan kecil bisa diatasi sendiri. Walau sobekan kecil dapat diatas sendiri banyak orang yang belum dapat memahami pentingnya penanganan cedera. Seperti, membiarkan rasa sakit yang bisa dibilang ringan, padahal juga dibiarkan dan terus melanjutkan aktivitas yang sama tidak menuntut kemungkinan cedera akan semakin parah.  

Pertolongan pertama saat cedera adalah dengan melakukan metode R.I.C.E dokter spesialis ortopedi dimanapun sudah pasti akan menyarankan kalian yang mengalami cedera ringan dengan mengatasinya menggunakan metode tersebut. Metode R.I.C.E kepanjangan dari Rest, Ice, Compression, Evelation.

Lebih lanjut berikut penjelasan dari metode R.I.C.E

1. Rest (istirahat)
Saat mengalami cedera, maka hal yang pertama harus dilakukan adalah menghentikan aktivitas olaharaga, jangan memaksakan untuk terus melanjutkan kegiatan karena dikhawatirkan akan memperparah cedera. Disarankan untuk menghentikan kegiatan yang menggunakan bagian tubuh yang cedera selama 24-48jam.

2. Ice (es)
Pengaplikasian es pada cedera mampu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan pada jaringan yang rusak. Suhu dingin membuat area cedera menjadi kebal dari rasa nyeri. Hindari pengaplikasian es secara langsung ke permukaan kulit. Balut terlebih dahulu es dengan kain atau handuk untuk menghindari radang dingin atau kerusakan jaringan tubuh akibat suhu yang terlalu dingin. Lakukan pengaplikasian es selama 24-48jam.

3. Compression (kompres)
Hal ini dilakukan untuk memberikan sedikit tekanan yang merata pada area cedera dengan menggunakan perban atau pembalut elastis. Cara ini dilakukan untuk mengurangi pembengkakan di area cedera. Hindari untuk mengkaitkan perban terlalu kencang karna kan menghambat perdarah yang sangat dibutuhkan di area cedera. Namun sangat disayangkan sebagian orang masih banyak yang memilih mengoleskan bagian cedera dengan balsem, parem kocok atau bahan yang bersifat panas lainnya. Padahal itu akan membuka pembuluh darah sehingga membuat area cedera semakin membengkak.

4. Evelation (pengangkatan)
Mengangkat bagian yang cedera dengan tujuan untuk meminimalisir pembengkakan dengan membuat cairan terserap dari area yang mengalami cedera. Misalnya jika mengalami cedera pada kaki, maka teknik evelasi dapat dilakukan dengan meletakkan kaki secara lurus dan diganjal dengan bantal atau tas yang dapat menyanggah kaki agar dapat lebih tinggi.



Komentar