Teori Konspirasi Populer Seputar Kecelakaan Putri Diana
Kematian Putri Diana masih
menjadi memori yang tak luput dari ingatan para penggemar di seluruh dunia.
Bagaimana tidak, kematiannya terjadi begitu tiba-tiba akibat kecelakaan mobil
tragis di Paris, Prancis, pada 31 Agustus 1997.
Berbagai laporan, investigasi, dan
pendapat ahli menyimpulkan bahwa kecelakaan mobil yang ditumpangi Putri Diana
tersebut terjadi akibat sang pengemudi, Henri Paul, yang sedang dalam keadaan
mabuk.
Meski demikian, selang 22 tahun sejak
kematiannya, bagi sebagian orang, kematian Putri Diana ini masih menjadi tanda
tanya besar. Tak jarang, banyak yang menganggap bahwa kematian Putri Diana tak
sekadar kecelakaan tragis saja. Kecurigaan dan spekulasi-spekulasi tersebut pun
akhirnya memunculkan berbagai teori konspirasi di kalangan penggemar dan
pengamat Kerajaan Inggris terhadap kematian Putri Diana.
Beberapa konspirasi tersebut bahkan begitu
meyakinkan hingga tersebar luas, terutama dengan bantuan media lokal dan
pengusaha Mesir Mohamed al-Fayed (ayah dari Dodi Fayed, kekasih atau teman
Putri Diana saat itu). Pihak kepolisian Inggris pun terpaksa meluncurkan Operation
Paget, sebuah kelompok kerja yang dibentuk untuk menyelidiki kebenaran
terhadap teori-teori konspirasi yang berkembang.
Operation Paget
untuk mengusut kematian Putri Diana berjalan selama bertahun-tahun dengan
menghabiskan uang jutaan poundsterling. Terdapat 175 teori seputar kematian
sang Putri. Namun, dari penyelidikan tersebut disimpulkan bahwa segala teori
yang berkembang tidaklah berlandaskan. Faktanya, kematian Putri Diana memang
sebuah tragedi yang amat disayangkan.
Untuk mengulas kembali beberapa teori
konspirasi populer yang berkembang luas seputar kematian dan kecelakaan Putri Diana, berikut teori konspirasi kematian Putri Diana
1. Kecelakaan disengaja karena Putri Diana
sedang hamil
Menurut Mohamed al-Fayed, ayah dari Dodi
Fayed, kekasih atau teman dekat Putri Diana yang juga tewas dalam kecelakaan
tersebut, mengungkapkan bahwa kecelakaan tragis ini terjadi karena disengaja,
alias pembunuhan berencana.
Alasannya, menurutnya, saat itu Diana
sedang mengandung anak dari putranya. Dan gagasan tersebut tidak membuat pihak
Kerajaan Inggris senang. Fayed mengatakan, keluarga kerajaan seolah tidak dapat
menerima bahwa seorang Muslim dari Mesir bisa menjadi ayah tiri Raja Inggris
masa depan.
Diskusi tentang potensi kehamilan Putri
Diana sudah muncul bahkan sebelum dirinya meninggal. Selama liburan di Prancis
beberapa minggu sebelumnya, beberapa surat kabar berspekulasi bahwa sang Princess
kemungkinan sedang hamil.
Meski demikian, dari hasil pemeriksaan
forensik setelah kematiannya, tak ada tanda-tanda kehamilan dari Putri Diana.
Tes lebih lanjut pada darahnya pun tidak ditemukan bukti atau tanda dirinya
sedang hamil. Ditambah, menurut teman-teman terdekatnya, siklus haid Diana
selalu berjalan normal, ia pun menggunakan kontrasepsi dan belum pernah
menyebutkan kemungkinan hamil kepada orang-orang terdekatnya.
2.
Pangeran Charles tidak bisa menikah lagi
jika Putri Diana masih hidup
Diana tampaknya sudah memiliki firasat
mengerikan tentang kematiannya sendiri. Setelah berpisah dari Pangeran Charles,
Putri Diana mengirim catatan kepada kepala pelayannya, Paul Burrell, dengan
prediksi yang akurat dan membingungkan.
“Saya duduk di sini, di meja saya, hari ini,
di bulan Oktober, merindukan seseorang untuk memeluk saya dan mendukung saya
untuk tetap kuat dan mengangkat kepala saya tinggi-tinggi. Fase hidup saya saat
ini adalah yang paling berbahaya— (seseorang) sedang merencanakan 'kecelakaan'
di mobil saya, kegagalan rem dan cedera kepala serius untuk membuka jalan yang
jelas bagi Charles untuk menikah,” tulis Putri Diana kepada pelayannya.
Surat tersebut memiliki nada yang
menakutkan. Dan memang, ketakutan Putri Diana tersebut memiliki cerita di
baliknya. Saat Diana menulis surat tersebut, ia sedang mengalami masalah dengan
mobilnya. Ia pun telah menyuarakan kekhawatiran tentang mobil tersebut. Belum
lagi, salah satu pengawal terdekatnya meninggal dalam kecelakaan tragis yang
juga ia yakini sebagai konspirasi.
Meski begitu, menurut pelayan Putri Diana,
media terlalu mengartikan dan mengelaborasikan surat tersebut secara
berlebihan. Ia menambahkan, bahwa Diana memang sering cemas dan surat yang
dikirimnya itu bisa jadi karena efek dari kecemasannya sendiri
3.
Supir yang sengaja membuat kecelakaan
Supir yang mengendarai mobil yang
ditumpangi Putri Diana, Henri Paul, adalah kepala keamanan di Ritz Hotel,
Paris. Namun, para ahli teori konspirasi percaya bahwa Paul tergabung pada satu
organisasi lain, yakni, badan intelijen dan keamanan dari Prancis atau Inggris,
atau keduanya.
Mereka menganggap bahwa klaim yang
menyebutkan kecelakaan terjadi akibat Paul sedang dalam keadaan mabuk, tidak
hanya salah, tetapi juga merupakan kebohongan besar untuk menutupi pembunuhan
berencana.
Ada beberapa alasan mengapa orang-orang
percaya terhadap teori ini. Dari beberapa potret CCTV, Paul tidak tampak
seperti orang yang sedang dalam keadaan mabuk. Dan spekulasi tentang dirinya
yang tergabung pada badan intelijen dikarenakan fakta bahwa ia memiliki uang
yang sangat banyak, lebih dari yang diperkirakan.
Meski demikian, dari sejumlah tes yang
dilakukan, menunjukkan bahwa darah Paul memang mengandung alkohol. Pemeriksaan
pun dilakukan secara berulang kali, dan tetap membuktikan bahwa ia sedang dalam
keadaan mabuk.
4.
Banyak kendaraan aneh di sekitar area
kecelakaan
Beberapa orang yang berada di lokasi
kejadian melaporkan bahwa mereka melihat sinar terang atau flash yang
sengaja disorotkan kepada mobil Putri Diana. Flash tersebut berakibat
pada kecelakaan tragis yang dialaminya.
Beberapa saksi juga menyebut bahwa mereka
melihat motor, mobil hitam, dan mobil putih di area kecelakaan. Meski demikian,
teori ini tak terbukti kebenarannya.
5.
Dokter sengaja membiarkan Putri Diana
meninggal
Para ahli teori menganggap bahwa dokter
yang menangani Diana memang sengaja membiarkannya meninggal, dengan cara tak
melakukan perawatan dengan benar.
Spekulasi ini dipicu karena Putri Diana
tak dibawa langsung ke rumah sakit, dan hanya ditangani di lokasi kejadian
kecelakaan. Orang-orang menganggap bahwa jika Putri Diana dibawa ke rumah
sakit, ia pasti akan selamat.
Namun, faktanya, terdapat perbedaan
prosedur dalam status darurat kecelakaan di Prancis dan Inggris. Di Prancis,
dokter dan perawat lebih fokus melakukan tindakan penyelamatan di lokasi
kejadian dan akan dibawa ke rumah sakit bila kondisinya sudah stabil. Sedangkan
di Inggris, korban akan langsung dibawa ke rumah sakit.
Dalam laporan Operation Paget,
teori konspirasi yang dilakukan oleh dokter-dokter ahli tentu tidaklah
berlandasan apalagi jika mereka harus berbohong dan melanggar kode etik
kedokteran. Sehingga, teori ini pun terpatahkan dan tidak terbukti.






Komentar
Posting Komentar